1. Didalam menentukan topik penelitian salah satu pertimbangan peneliti adalah mengambil topik yang mengandung sebuah permasalahan, masalah sendiri diartikan adanya kesenjangan antara teori dengan teori lalu realita dengan realita dan teori dengan kenyataan, tentang bagaimana seharusnya dalam kenyataannya. Menurut keterangan dari Hansiswany Kamarga permasalahan diartikan Suatu situasi yang berisi kesenjangan (gap terhadap situasi yang ideal atau keadaan normal) yang dapat menimbulkan kerawanan, hambatan, ancaman, ataupun gangguan. permasalahan dapat juga diartikan segala sesuatu yang bekerja tidak seperti yang diharapkan. Menurut Lincolin dan Guba, masalah merupakan suatu keadaan yang bersumber dari hubungan antara dua faktor atau lebih yang menghasilkan situasi yang menimbulkan tanda Tanya dan dengan sendirinya memerlukan upaya untuk mencari sesuatu jawaban. Masalah itu akan diidentifikasi bila ada kesenjangan antara cita dengan realita, ada kesenjangan antara teori dengan praktek dalam kehidupan, ada kesenjangan antara perencanaan dengan realisasi lapangan, atau fenomena tertentu maupun penjelasan tentang hubungan antar variabel. Dan ada tantangan, keingintahuan tentang sesuatu yang belum ada penjelasannya.
Faktor yang berhubungan dengan permasalahan diantaranya konsep, data empiris, pengalaman, atau unsur lainnya, yang dapat dijadikan sumber dalam mencari permasalahan Hasil-hasil penelitian, evaluasi, rapat kerja, seminar, lokakarya, Kebijakan pemerintah (relevansi, mutu, pemerataan, efisiensi/efektivitas), dan Isu-isu santer dalam masyarakat. Dalam buku ”methods of psychological research”, Craig menjelaskan bahwa masalah penelitian dapat diperoleh dengan cara-cara : Observation (melakukan observasi), Brainstorming, Theorical prediction (membaca hasil penelitian),Technological development (perkembangan teknologi) dan Knowledge of the research literature (pengetahuan tentang research literature)
Saat mencari dan memilih permasalahan, harus menentukan masalah yang paling urgen dan bermanfaat untuk diteliti dan dipecahkan permasalahan ini sebelumnya diuraikan dalam bagian latar belakang lalu dirumuskan menjadi Rumusan Masalah yang berbentuk pertanyaan maupun pernyataan. Masalah di dalam penelitian kualitatif bertumpu pada suatu fokus pada dasarnya penentuan masalah bergantung pada paradigma apakah yang dianut. Permasalahan dapat dipahami dengan contoh pada kasus pernikahan sirri, biasanya seorang wanita yang menikah lalu di tinggal suaminya maka membekas kesedihan yang mendalam pada dirinya tetapi dalam keadaan ini lain, wanita yang ditinggal suaminya ternyata biasa-biasa saja bahkan serasa tidak ada sesuatu yang terjadi, hal-hal yang diluar kebiasaan seperti inilah yang dinamakan permasalahan dan permasalahan membuat suatu ketertarikan untuk diteliti sebenarnya apa yang terjadi.
Bentuk rumusan masalah dalam pendidikan ada 3, yaitu :Deskriptif, adalah masalah untuk penelitian dengan variabel tunggal, baik hanya satu variabel atau lebih yang tidak saling berhubungan. Kemudian Komparatif, adalah rumusan masalah yang memfokuskan kajian terhadap analisis perbandingan tentang satu variabel atau lebih pada dua atau lebih kelompok sampel. Dan yang terakhir Assosiatif, adalah masalah penelitian yang memfokuskan pada kajian hubungan antar variabel, baik hubungan simetris, kausalitas maupun resiprokal atau suatu pertanyaan penelitian yang bersifat hubungan antara dua variabel atau lebih.
2. Kajian pustaka adalah mencari hasil research dan makalah-makalah tentang topic yang sama seperti yang kita bahas. Penelitian biasanya diawali dengan ide-ide atau gagasan dan konsep-konsep yang dihubungkan satu sama lain melalui hipotesis tentang hubungan yang diharapkan. Ide-ide dan konsep-konsep untuk penelitian dapat bersumber dari gagasan peneliti sendiri dan dapat juga bersumber dari sejumlah kumpulan pengetahuan hasil kerja sebelumnya yang kita kenal juga sebagai literatur atau pustaka. Literatur atau bahan pustaka ini kemudian kita jadikan sebagai referensi atau landasan teoritis dalam penelitian. Setelah masalah penelitian dirumuskan, langkah berikutnya adalah mencari teori-teori, konsep-konsep atau pengetahuan-pengetahuan yang relevan dengan masalah yang selanjutnya dapat dijadikan sebagai dasar atau landasan teritis bagi penelitian yang dilakukan itu. Landasan teoritis ini penting artinya bagi seorang peneliti karena penelaahan keputusan ini merupakan bagian penting dalam proses penelitian. Proses penelitian yang dilakukan oleh peneliti sebagian besar dituntun oleh kepustakaan yang menunjang.
Manfaat yang dapat kita peroleh melalui kajian pustaka ini diantaranya yaitu mengetahui perbedaan antara penelitian kita dengan penelitian yang sudah pernah dilakukan orang lain, mendapatkan informasi topik terdahulu, menghindarkan plagiasi atau menyontek dan repitasi atau pengulangan.
Berdasarkan penggunaan acuan diatas yaitu: sumber acuan umum dan khusus, penelitian dapat melakukan dua penelaahan atau analisis dalam mengambarkan kajian pustaka yang berkaitan. Penalaran deduktif dilakukan berdasarkan teori-teori atau konsep-konsep umum yang ada dan penalaran induktif dilakukan berdasarkan sintesis atau pemaduan hasil-hasil penelitian.
Menurut pemahaman yang saya dapat dari info skripsi Studi kepustakaan ini memiliki peranan atau fungsi penting diantaranya.
• Pengetahuan tentang penelitian yang berkaitan memungkinkan peneliti menetapkan batas-batas bidang penelitiannya.
• Pemahaman teori dalam suatu bidang memungkinkan peneliti itu menempatkan masalah dalam perspektifnya.
• Melalui penelaan atau kajian pustaka yang relevan, para peneliti dapat mengetahui prosedur dan instrument mana yang telah terbukti berguna atau tidak.
• Pengakajian atau studi yang cermat terhadap bahan pustaka yang relevan dapat menghindarkan terjadinya pengulangan (recycling) studi sebelumnya secara tak sengaja.
• Pengkajian pustaka yang berkaitan menempatkan peneliti pada posisi yang lebih baik untuk menafsirkan (Interpert) arti pentingnya hasil penelitiannya sendiri.
Telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara baru dan atau untuk keperluan baru yang sesuai dengan materi penelitiannya.
Format Proposal Kajian Pustaka
1. Latar Belakang Masalah
Bagian ini berisi uraian atau gambaran umum yang dapat diperoleh dari koran, majalah, buku, jurnal, laporan penelitian, seminar, atau keadaan lapangan mengenai hal-hal yang ada kaitannya dengan masalah yang diteliti.
2. Rumusan Masalah
Bagian ini merupakan pengembangan dari uraian latar belakang masalah yang menunjukkan bahwa masalah yang akan ditelaah memang belum terjawab atau belum dipecahkan secara memuaskan.
Selanjutnya dituliskan pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab melalui telaah pustaka
3. Tujuan Penelitian
Bagian ini memberikan gambaran yang khusus atau spesifik mengenai arah dari kegiatan kajian kepustakaan yang dilakukan, berupa keinginan realistis peneliti tentang hasil yang akan diperoleh.
4. Kegunaan Penelitian
Bagian ini memberikan gambaran yang khusus atau spesifik mengenai arah dari kegiatan kajian kepustakaan yang dilakukan, berupa keinginan realistis peneliti tentang hasil yang akan diperoleh.
5. Metode Kajian
Metode kajian menjelaskan semua langkah yang dikerjakan penulis sejak awal hingga akhir. Pada bagian ini dapat dimuat hal-hal yang berkaitan dengan anggapan-anggapan dasar atau fakta-fakta yang dipandang benar tanpa adanya verifikasi dan keterbatasan, yaitu aspek-aspek tertentu yang dijadikan kerangka berpikir.
6. Definisi Istilah
Bagian ini memberikan penjelasan mengenai istilah-istilah yang digunakan agar terdapat kesamaan penafsiran dan terhindar dari kekaburan. Bagian ini juga memberikan keterangan rinci pada bagian-bagian yang memerlukan uraian, misalnya alat peraga, sekolah, alat ukur, lokasi atau tempat, nilai, sikap, penghasilan, keadaan atau kondisi, keadaan sosial ekonomi, status, dan sebagainya.
7. Daftar Rujukan
Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam teks. Artinya, bahan pustaka yang hanya digunakan sebagai bahan bacaan tetapi tidak dirujuk dalam teks tidak dimasukkan dalam daftar rujukan. Sebaliknya, semua bahan pustaka yang disebutkan dalam skripsi, tesis, dan disertasi harus dicantumkan dalam daftar rujukan. Tatacara penulisan daftar rujukan.
3. Istilah – istilah seperti Library Research, Field Research dan Desain Research adalah kata yang sering digunakan dalam penelitian.
• Library Research : (Penelitian Kepustakaan), dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan) dari penelitian sebelumnya. Penelitian pustaka ini merupakan penelitian yang dilakukan di ruang perpustakaan untuk menghimpun dan menganalisis data yang bersumber dari kepustakaan, baik berupa buku-buku, periodikal-periodikal, seperti majalah-majalah ilmiah yang diterbitkan secara berkala, kisah-kisah sejarah, dokumen dan materi perpustakaan lainnya, yang dapat dijadikan sebagai sumber rujukan untuk menyusun suatu laporan ilmiah.
• Field Research : Penelitian lapangan adalah penelitian yang dilakukan secara langsung pada obyek yang akan diteliti untuk memperoleh data primer yang diperlukan.dengan kata lain belajar didalam lokasi dan langsung pada tempat kejadian atau lapangan, mengamati permasalahan yang ada dilapangan dan meneliti apa faktor-faktor yang melatar belakangi dan bagaimana solusinya. Peneliti insider dengan obyek penelitian dan diantara kelompok, subkultur dan setting social.
• Desain Research : Desain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Desain Penelitian dapat juga diartikan sebagai keseluruhan proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian sehingga pertanyaan - pertanyaan yang ada dapat dijawab
1. Desain dalam merencanakan penelitian,
Desain dalam perencanaan penelitian bertujuan untuk melaksanakan penelitian, sehingga dapat diperoleh suatu logika, baik dalam pengujian hipotesa maupun dalam menghasilkan kesimpulan. Desain rencana penelitian yang baik dapat menterjemahkan model-model ilmiah ke dalam operasional penelitian secara praktis.
2. Desain pelaksanaan penelitian
Meliputi proses membuat percobaan ataupun pengamatan serta memilih pengukuran-pengukuran variabel, memilih prosedur dan teknik sampling, alat-alat untuk mengumpulkan data kemudian membuat coding, editing dan memproses data yang dikumpulkan, termasuk juga proses analisa data serta membuat laporan.
• Desain sampel
Desain sampel yang akan digunakan dalam operasional penelitian amat tergantung dari pandangan efisiensi, yaitu :
a. Mendefinisikan populasi.
b. Menentukan besarnya sampel.
c. Menentukan sampel yang representatif.
• Desain alat ( Instrumen )
Yang dimaksud dengan alam disini adalah alat untuk mengumpulkan data. Desain terhadap alat untuk mengumpulkan data sangat menentukan dalam pengujian hipotesa. Alat yang digunakan dapat sangat berstruktur (check list dari kuesioner), kurang berstruktur (interview guide), ataupun suatu outline biasa di dalam mencatat pengamatan langsung.
• Desain analisa
Dalam desain analisa, maka diperlukan alat-alat yang digunakan untuk membantu analisa. Penggunaan statistik yang tepat yang sesuai dengan keperluan analisa harus dipilih sebaik-baiknya.
4. Dalam menentukan jenis penelitian dan perencanaan penelitian selalu dipengaruhi oleh paradigma penelitian, Menurut Kuhn, paradigma adalah cara mengetahui realitas sosial yang dikonstruksi oleh mode of thought atau mode of inquiry tertentu, yang kemudian menghasilkan mode of knowing yang spesifik. Lalu Paradigma menurut Riedrichs, sebagai suatu pandangan yang mendasar dari suatu disiplin ilmu tentang apa yang menjadi pokok persoalan yang semestinya dipelajari. Kemudian George Ritzer (1980) berpendapat dengan menyatakan paradigma sebagai pandangan yang mendasar dari para ilmuan tentang apa yang menjadi pokok persoalan yang semestinya dipelajari oleh salah satu cabang/disiplin ilmu pengetahuan. Lebih sederhana lagi pengertian paradigma menurut Newman/Creswall diartikan sudut pandang, kerangka berfikir. Paradigma dibagi menjadi 3 bagian paradigma positivistik, paradigma interpretativism / constructivism dan paradigma critical teory / post modernism.
Paradigma Positivistik
(a). Menetapkan ilmu sosial seperti ilmu alam.
(b). Mengunakan logika Deduktif dengan pengamatan empiris untuk menemukan hubungan kausalitas diantara dua variabel atau lebih guna memprediksi pola-pola umum dari suatu gejala sosial.
Paradigma ini menggunakan Cara kerja logika deduktif yaitu dengan mengamati gejala sosial lalu gejala tersebut disandingkan dengan seperangkat teori lalu di uji dengan menggunakan teori tersebut (uji teori) kemudian di kembalikan pada realitas gejala sosial dan seterusnya.
Paradigma Interpretativism / Constructivism
(a). Menempatkan /melihat ilmu sosial dalam suatu kerangka analisis sistematis melalui pengamatan atas tindakan individu –individu yang mempunyai arti dalam satu arena sosial yang tertentu.
(b). Hal ini dilakukan untuk memahami dan menafsirkan pandangan serta bagaimana individu tersebut dalam dunianya.
Dalam paradigma ini menggunakan Alur kerja paradigma interpretative dimulai dari interpretasi / penafsiran terhadap gejala lalu dilajutkan iteoritisasi kemudian digunakan dalam gejala / fenomena sosial dan dikembalikan lagi pada interpretasi / penafsiran terhadap gejala dan seterusnya.
Paradigma Critical Teory / Post Modernism
Menempatkan ilmu sosial sebagai sautu proses yang secara kritis mencoba mengungkap struktur nyata ( The real structure ) dari dunia materi dengan tujuan membantu membentuk suatu kesadaran sosial untuk merubah dan memperbaiki kondisi hidup manusia.
Paradigma penelitian menurut Nueng Muhajir dibagi menjadi enam macam diantaranya yaitu Paradigma Positivistik (sensual), Paradigma Rasionalistik (logik), Paradigma Phenomemologic (etik), Paradigma Realisme Metafisik, Paradigma study teks / structuralism / post structuralism, Paradigma Agama.
Model penelitian positivistik
(a). Studi cross sectional
(b). Studi kasus
(c). Survei
(d). Content analysis
Model penelitian Paradigma rasionalistik
(a). Berfikir rasionalistik
(b). Konseptual teoritik
(c). Perlunya Grand Conteks.
(d). Menarik kesimpulan dan pemaknaan.
Paradigma agama: klasik interdisipliner
(a). Studi klasik.
(b). Studi orientalis.
(c). Histroris kritis.
(d). Studi islam kontemporer.
(e). Studi islam kontektual
(f). Studi islam phenomenologik.
Model penelitian Paradigma Phenomenologi
(a). Grounded research
(b). Ethnographik/ ethnometodologi.
(c). Naturalistikn
(d). Interaksi simbolik
Model penelitian Paradigma Realisme Metaphisik
(a). Nomothetik dan ideograaphik.
(b). Keteraturan alam.
(c). Kebenaran dan truths.
(d). Esensi, holistic
Model penelitian Paradigma agama: klasik interdisipliner
(a). Studi klasik.
(b). Studi orientalis.
(c). Histroris kritis.
(d). Studi islam kontemporer.
(e). Studi islam kontektual
(f). Studi islam phenomenologik.
Model penelitian Paradigma studi teks, strukturalis,post stucturalis
(a). Studi pustaka
(b). Studi geisteswissenschafften.
(c). Studi bahasa /sastra
(d). Strukturalisme linguistik
(e). Strukturalisme genetik
(f). Post struktulisme
(g). Dekonstruksi
5. Arah dan manfaat penelitian selalu ditentukan oleh tujuan penelitian, jenis tujuan penelitian Exploration, Deskription dan Explanation
Exploration
Ada isu baru yang belum pernah terjadi dan belum pernah diteliti sebelumnya jadi dalam penelitian menggunakan pertanyaan apa/ what? Untuk mencari tahu apakah pengertian dari masalah tersebut, dan penelitian ini bersifat kreatif, terbuka dan fleksibel dan seorang peneliti harus giat dalam mendapatkan informasi karena belum pernah ada referensi dan informasi tentang hal ini sebelumnya.
Deskription
Terdapat fenomena social yang hangat diperbincangkan sehingga perlu dikaji untuk mengetahui proses kejadiannya dan penelitian akan difokuskan untuk pengembangan, Tentang hubungan social kemasyarakatan sehingga peneliti menggunakan pertanyaan bagaimana, siapa dan mengapa. Disertai dengan pengumpulan data menggunakan cara survey, penelitian lapangan, content analysis historical dan penelitian komparatif.
Explanation
Jenis Penelitian ini dipakai untuk mengkritisi sebuah issu tentang apa yang sebenarnya terjadi ( akar penyebab). Peneliti biasanya mengunakan pertanyaan (Why) mengapa ?
Secara umum ada empat tujuan utama penelitian dibagi menjadi empat
a. Tujuan Exploratif (Penemuan) : menemukan sesuatu yang baru dalam bidang tertentu
b. Tujuan Verifikatif (Pengujian): menguji kebenaran sesuatu dalam bidang yang telah ada
c. Tujuan Developmental (Pengembangan) : mengembangkan sesuatu dalam bidang yang telah ada
d. Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis, Disertasi)
6. Teori dalam penelitian menjadi rujukan saat melakukan analisa data bagi peneliti, Menurut Snelbecker teori didefinisikan sebagai seperangkat proposisi yang berinteraksi secara sintaksi (yaitu yang mengikuti aturan tertentu yang dapat dihubungkan secara logis dengan lainnya dengan data atas dasar yang dapat diamati) dan berfungsi sebagai wahana untuk meramalkan dan menjelaskan fenomena yang diamati. Lalu Menurut Marx dan Goodson teori adalah aturan menjelaskan proposisi atau seperangkat proposisi yang berkaitan dengan beberapa fenomena alamiah dan terdiri atas representasi simbolik dari hubungan-hubungan yang dapat diamati diantara kejadian-kejadian (yang dapat diukur), mekanisme atau struktur yang diduga mendasari hubungan-hubungan demikian dan hubungan-hubungan yang disimpulkan secara manifestasi hubungan empiris apapun secara langsung. Menurut FN Kerlinger dalam bukunya Foundations of Behavioral Research (1973) teori adalah sebuah set dari proposi yang mengandung suatu pandangan sistematis dari fenomena. Dan menurut Penelitian Secara Umum yang dimaksud dengan teori adalah sarana pokok untuk menyatakan hubungan sistematik dalam gejala sosial maupun nature yang ingin diteliti dan teori merupakan abstrak dari pengertian atau hubungan dari proposi atau dalil.
Fungsi dari teori bagi penelitian menurut Snelbecker dibagi menjadi empat macam yaitu mensistematiskan penemuan-penemuan penelitian, menjadi pendorong untuk menyusun hipotesis dan dengan hipotesis membimbing peneliti mencari jawaban, membuat ramalan atas dasar penemuan dan menyajikan penjelasan dalam hal ini menjawab pertanyaan mengapa.
7. Pengertian Analisa Data adalah Upaya untuk mencari dan menata secara sistematis catatan hasil observasi, wawancara dan lainya untuk meningkatkan pemahaman penelitian tentang kasus yang diteliti dan menyajikanya sebagai temuan bagi orang lain.
Langkah-langkah Analisa selama dilapangan :
a. Usahakan mempersempit fokus studi supaya tidak terlalu sulit dalam menagnalisa
b. Tetapkan studi anda supaya tidak merembet kemana-mana.
c. Mengembangkan pertanyaaan analitik. (membuat pertanyaan , menjawab dan menganalisa terus menerus)
d. Melakukan refleksi (komentar peneliti sendiri) cakupan substanstif , metodologik, dan teori.
e. Upayakan penjajakan ide dan tema penelitian kepada subyek responden sebagai analisa penelitian.
f. Membaca kembali kepustakaan yang relevan selama dilapangan.
g. Mengunakan metafora, analogi dan konsep-konsep.
h. mencarai pemaknaan.
Tahapan analisa seperti ini dilakukan oleh peneliti yang sudah ahli untuk mengirit waktu dan setelah penelitian analisanya sudah tersaji.
Tahapan Analisa sesudah dilapangan
c. Indeksikalitas refleksikalitas : keterkaitan makna kata, prilaku dan lainya pada konteksnya.
Saat mencari dan memilih permasalahan, harus menentukan masalah yang paling urgen dan bermanfaat untuk diteliti dan dipecahkan permasalahan ini sebelumnya diuraikan dalam bagian latar belakang lalu dirumuskan menjadi Rumusan Masalah yang berbentuk pertanyaan maupun pernyataan. Masalah di dalam penelitian kualitatif bertumpu pada suatu fokus pada dasarnya penentuan masalah bergantung pada paradigma apakah yang dianut. Permasalahan dapat dipahami dengan contoh pada kasus pernikahan sirri, biasanya seorang wanita yang menikah lalu di tinggal suaminya maka membekas kesedihan yang mendalam pada dirinya tetapi dalam keadaan ini lain, wanita yang ditinggal suaminya ternyata biasa-biasa saja bahkan serasa tidak ada sesuatu yang terjadi, hal-hal yang diluar kebiasaan seperti inilah yang dinamakan permasalahan dan permasalahan membuat suatu ketertarikan untuk diteliti sebenarnya apa yang terjadi.
Bentuk rumusan masalah dalam pendidikan ada 3, yaitu :Deskriptif, adalah masalah untuk penelitian dengan variabel tunggal, baik hanya satu variabel atau lebih yang tidak saling berhubungan. Kemudian Komparatif, adalah rumusan masalah yang memfokuskan kajian terhadap analisis perbandingan tentang satu variabel atau lebih pada dua atau lebih kelompok sampel. Dan yang terakhir Assosiatif, adalah masalah penelitian yang memfokuskan pada kajian hubungan antar variabel, baik hubungan simetris, kausalitas maupun resiprokal atau suatu pertanyaan penelitian yang bersifat hubungan antara dua variabel atau lebih.
2. Kajian pustaka adalah mencari hasil research dan makalah-makalah tentang topic yang sama seperti yang kita bahas. Penelitian biasanya diawali dengan ide-ide atau gagasan dan konsep-konsep yang dihubungkan satu sama lain melalui hipotesis tentang hubungan yang diharapkan. Ide-ide dan konsep-konsep untuk penelitian dapat bersumber dari gagasan peneliti sendiri dan dapat juga bersumber dari sejumlah kumpulan pengetahuan hasil kerja sebelumnya yang kita kenal juga sebagai literatur atau pustaka. Literatur atau bahan pustaka ini kemudian kita jadikan sebagai referensi atau landasan teoritis dalam penelitian. Setelah masalah penelitian dirumuskan, langkah berikutnya adalah mencari teori-teori, konsep-konsep atau pengetahuan-pengetahuan yang relevan dengan masalah yang selanjutnya dapat dijadikan sebagai dasar atau landasan teritis bagi penelitian yang dilakukan itu. Landasan teoritis ini penting artinya bagi seorang peneliti karena penelaahan keputusan ini merupakan bagian penting dalam proses penelitian. Proses penelitian yang dilakukan oleh peneliti sebagian besar dituntun oleh kepustakaan yang menunjang.
Manfaat yang dapat kita peroleh melalui kajian pustaka ini diantaranya yaitu mengetahui perbedaan antara penelitian kita dengan penelitian yang sudah pernah dilakukan orang lain, mendapatkan informasi topik terdahulu, menghindarkan plagiasi atau menyontek dan repitasi atau pengulangan.
Berdasarkan penggunaan acuan diatas yaitu: sumber acuan umum dan khusus, penelitian dapat melakukan dua penelaahan atau analisis dalam mengambarkan kajian pustaka yang berkaitan. Penalaran deduktif dilakukan berdasarkan teori-teori atau konsep-konsep umum yang ada dan penalaran induktif dilakukan berdasarkan sintesis atau pemaduan hasil-hasil penelitian.
Menurut pemahaman yang saya dapat dari info skripsi Studi kepustakaan ini memiliki peranan atau fungsi penting diantaranya.
• Pengetahuan tentang penelitian yang berkaitan memungkinkan peneliti menetapkan batas-batas bidang penelitiannya.
• Pemahaman teori dalam suatu bidang memungkinkan peneliti itu menempatkan masalah dalam perspektifnya.
• Melalui penelaan atau kajian pustaka yang relevan, para peneliti dapat mengetahui prosedur dan instrument mana yang telah terbukti berguna atau tidak.
• Pengakajian atau studi yang cermat terhadap bahan pustaka yang relevan dapat menghindarkan terjadinya pengulangan (recycling) studi sebelumnya secara tak sengaja.
• Pengkajian pustaka yang berkaitan menempatkan peneliti pada posisi yang lebih baik untuk menafsirkan (Interpert) arti pentingnya hasil penelitiannya sendiri.
Telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara baru dan atau untuk keperluan baru yang sesuai dengan materi penelitiannya.
Format Proposal Kajian Pustaka
1. Latar Belakang Masalah
Bagian ini berisi uraian atau gambaran umum yang dapat diperoleh dari koran, majalah, buku, jurnal, laporan penelitian, seminar, atau keadaan lapangan mengenai hal-hal yang ada kaitannya dengan masalah yang diteliti.
2. Rumusan Masalah
Bagian ini merupakan pengembangan dari uraian latar belakang masalah yang menunjukkan bahwa masalah yang akan ditelaah memang belum terjawab atau belum dipecahkan secara memuaskan.
Selanjutnya dituliskan pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab melalui telaah pustaka
3. Tujuan Penelitian
Bagian ini memberikan gambaran yang khusus atau spesifik mengenai arah dari kegiatan kajian kepustakaan yang dilakukan, berupa keinginan realistis peneliti tentang hasil yang akan diperoleh.
4. Kegunaan Penelitian
Bagian ini memberikan gambaran yang khusus atau spesifik mengenai arah dari kegiatan kajian kepustakaan yang dilakukan, berupa keinginan realistis peneliti tentang hasil yang akan diperoleh.
5. Metode Kajian
Metode kajian menjelaskan semua langkah yang dikerjakan penulis sejak awal hingga akhir. Pada bagian ini dapat dimuat hal-hal yang berkaitan dengan anggapan-anggapan dasar atau fakta-fakta yang dipandang benar tanpa adanya verifikasi dan keterbatasan, yaitu aspek-aspek tertentu yang dijadikan kerangka berpikir.
6. Definisi Istilah
Bagian ini memberikan penjelasan mengenai istilah-istilah yang digunakan agar terdapat kesamaan penafsiran dan terhindar dari kekaburan. Bagian ini juga memberikan keterangan rinci pada bagian-bagian yang memerlukan uraian, misalnya alat peraga, sekolah, alat ukur, lokasi atau tempat, nilai, sikap, penghasilan, keadaan atau kondisi, keadaan sosial ekonomi, status, dan sebagainya.
7. Daftar Rujukan
Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam teks. Artinya, bahan pustaka yang hanya digunakan sebagai bahan bacaan tetapi tidak dirujuk dalam teks tidak dimasukkan dalam daftar rujukan. Sebaliknya, semua bahan pustaka yang disebutkan dalam skripsi, tesis, dan disertasi harus dicantumkan dalam daftar rujukan. Tatacara penulisan daftar rujukan.
3. Istilah – istilah seperti Library Research, Field Research dan Desain Research adalah kata yang sering digunakan dalam penelitian.
• Library Research : (Penelitian Kepustakaan), dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan) dari penelitian sebelumnya. Penelitian pustaka ini merupakan penelitian yang dilakukan di ruang perpustakaan untuk menghimpun dan menganalisis data yang bersumber dari kepustakaan, baik berupa buku-buku, periodikal-periodikal, seperti majalah-majalah ilmiah yang diterbitkan secara berkala, kisah-kisah sejarah, dokumen dan materi perpustakaan lainnya, yang dapat dijadikan sebagai sumber rujukan untuk menyusun suatu laporan ilmiah.
• Field Research : Penelitian lapangan adalah penelitian yang dilakukan secara langsung pada obyek yang akan diteliti untuk memperoleh data primer yang diperlukan.dengan kata lain belajar didalam lokasi dan langsung pada tempat kejadian atau lapangan, mengamati permasalahan yang ada dilapangan dan meneliti apa faktor-faktor yang melatar belakangi dan bagaimana solusinya. Peneliti insider dengan obyek penelitian dan diantara kelompok, subkultur dan setting social.
• Desain Research : Desain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Desain Penelitian dapat juga diartikan sebagai keseluruhan proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian sehingga pertanyaan - pertanyaan yang ada dapat dijawab
1. Desain dalam merencanakan penelitian,
Desain dalam perencanaan penelitian bertujuan untuk melaksanakan penelitian, sehingga dapat diperoleh suatu logika, baik dalam pengujian hipotesa maupun dalam menghasilkan kesimpulan. Desain rencana penelitian yang baik dapat menterjemahkan model-model ilmiah ke dalam operasional penelitian secara praktis.
2. Desain pelaksanaan penelitian
Meliputi proses membuat percobaan ataupun pengamatan serta memilih pengukuran-pengukuran variabel, memilih prosedur dan teknik sampling, alat-alat untuk mengumpulkan data kemudian membuat coding, editing dan memproses data yang dikumpulkan, termasuk juga proses analisa data serta membuat laporan.
• Desain sampel
Desain sampel yang akan digunakan dalam operasional penelitian amat tergantung dari pandangan efisiensi, yaitu :
a. Mendefinisikan populasi.
b. Menentukan besarnya sampel.
c. Menentukan sampel yang representatif.
• Desain alat ( Instrumen )
Yang dimaksud dengan alam disini adalah alat untuk mengumpulkan data. Desain terhadap alat untuk mengumpulkan data sangat menentukan dalam pengujian hipotesa. Alat yang digunakan dapat sangat berstruktur (check list dari kuesioner), kurang berstruktur (interview guide), ataupun suatu outline biasa di dalam mencatat pengamatan langsung.
• Desain analisa
Dalam desain analisa, maka diperlukan alat-alat yang digunakan untuk membantu analisa. Penggunaan statistik yang tepat yang sesuai dengan keperluan analisa harus dipilih sebaik-baiknya.
4. Dalam menentukan jenis penelitian dan perencanaan penelitian selalu dipengaruhi oleh paradigma penelitian, Menurut Kuhn, paradigma adalah cara mengetahui realitas sosial yang dikonstruksi oleh mode of thought atau mode of inquiry tertentu, yang kemudian menghasilkan mode of knowing yang spesifik. Lalu Paradigma menurut Riedrichs, sebagai suatu pandangan yang mendasar dari suatu disiplin ilmu tentang apa yang menjadi pokok persoalan yang semestinya dipelajari. Kemudian George Ritzer (1980) berpendapat dengan menyatakan paradigma sebagai pandangan yang mendasar dari para ilmuan tentang apa yang menjadi pokok persoalan yang semestinya dipelajari oleh salah satu cabang/disiplin ilmu pengetahuan. Lebih sederhana lagi pengertian paradigma menurut Newman/Creswall diartikan sudut pandang, kerangka berfikir. Paradigma dibagi menjadi 3 bagian paradigma positivistik, paradigma interpretativism / constructivism dan paradigma critical teory / post modernism.
Paradigma Positivistik
(a). Menetapkan ilmu sosial seperti ilmu alam.
(b). Mengunakan logika Deduktif dengan pengamatan empiris untuk menemukan hubungan kausalitas diantara dua variabel atau lebih guna memprediksi pola-pola umum dari suatu gejala sosial.
Paradigma ini menggunakan Cara kerja logika deduktif yaitu dengan mengamati gejala sosial lalu gejala tersebut disandingkan dengan seperangkat teori lalu di uji dengan menggunakan teori tersebut (uji teori) kemudian di kembalikan pada realitas gejala sosial dan seterusnya.
Paradigma Interpretativism / Constructivism
(a). Menempatkan /melihat ilmu sosial dalam suatu kerangka analisis sistematis melalui pengamatan atas tindakan individu –individu yang mempunyai arti dalam satu arena sosial yang tertentu.
(b). Hal ini dilakukan untuk memahami dan menafsirkan pandangan serta bagaimana individu tersebut dalam dunianya.
Dalam paradigma ini menggunakan Alur kerja paradigma interpretative dimulai dari interpretasi / penafsiran terhadap gejala lalu dilajutkan iteoritisasi kemudian digunakan dalam gejala / fenomena sosial dan dikembalikan lagi pada interpretasi / penafsiran terhadap gejala dan seterusnya.
Paradigma Critical Teory / Post Modernism
Menempatkan ilmu sosial sebagai sautu proses yang secara kritis mencoba mengungkap struktur nyata ( The real structure ) dari dunia materi dengan tujuan membantu membentuk suatu kesadaran sosial untuk merubah dan memperbaiki kondisi hidup manusia.
Paradigma penelitian menurut Nueng Muhajir dibagi menjadi enam macam diantaranya yaitu Paradigma Positivistik (sensual), Paradigma Rasionalistik (logik), Paradigma Phenomemologic (etik), Paradigma Realisme Metafisik, Paradigma study teks / structuralism / post structuralism, Paradigma Agama.
Model penelitian positivistik
(a). Studi cross sectional
(b). Studi kasus
(c). Survei
(d). Content analysis
Model penelitian Paradigma rasionalistik
(a). Berfikir rasionalistik
(b). Konseptual teoritik
(c). Perlunya Grand Conteks.
(d). Menarik kesimpulan dan pemaknaan.
Paradigma agama: klasik interdisipliner
(a). Studi klasik.
(b). Studi orientalis.
(c). Histroris kritis.
(d). Studi islam kontemporer.
(e). Studi islam kontektual
(f). Studi islam phenomenologik.
Model penelitian Paradigma Phenomenologi
(a). Grounded research
(b). Ethnographik/ ethnometodologi.
(c). Naturalistikn
(d). Interaksi simbolik
Model penelitian Paradigma Realisme Metaphisik
(a). Nomothetik dan ideograaphik.
(b). Keteraturan alam.
(c). Kebenaran dan truths.
(d). Esensi, holistic
Model penelitian Paradigma agama: klasik interdisipliner
(a). Studi klasik.
(b). Studi orientalis.
(c). Histroris kritis.
(d). Studi islam kontemporer.
(e). Studi islam kontektual
(f). Studi islam phenomenologik.
Model penelitian Paradigma studi teks, strukturalis,post stucturalis
(a). Studi pustaka
(b). Studi geisteswissenschafften.
(c). Studi bahasa /sastra
(d). Strukturalisme linguistik
(e). Strukturalisme genetik
(f). Post struktulisme
(g). Dekonstruksi
5. Arah dan manfaat penelitian selalu ditentukan oleh tujuan penelitian, jenis tujuan penelitian Exploration, Deskription dan Explanation
Exploration
Ada isu baru yang belum pernah terjadi dan belum pernah diteliti sebelumnya jadi dalam penelitian menggunakan pertanyaan apa/ what? Untuk mencari tahu apakah pengertian dari masalah tersebut, dan penelitian ini bersifat kreatif, terbuka dan fleksibel dan seorang peneliti harus giat dalam mendapatkan informasi karena belum pernah ada referensi dan informasi tentang hal ini sebelumnya.
Deskription
Terdapat fenomena social yang hangat diperbincangkan sehingga perlu dikaji untuk mengetahui proses kejadiannya dan penelitian akan difokuskan untuk pengembangan, Tentang hubungan social kemasyarakatan sehingga peneliti menggunakan pertanyaan bagaimana, siapa dan mengapa. Disertai dengan pengumpulan data menggunakan cara survey, penelitian lapangan, content analysis historical dan penelitian komparatif.
Explanation
Jenis Penelitian ini dipakai untuk mengkritisi sebuah issu tentang apa yang sebenarnya terjadi ( akar penyebab). Peneliti biasanya mengunakan pertanyaan (Why) mengapa ?
Secara umum ada empat tujuan utama penelitian dibagi menjadi empat
a. Tujuan Exploratif (Penemuan) : menemukan sesuatu yang baru dalam bidang tertentu
b. Tujuan Verifikatif (Pengujian): menguji kebenaran sesuatu dalam bidang yang telah ada
c. Tujuan Developmental (Pengembangan) : mengembangkan sesuatu dalam bidang yang telah ada
d. Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis, Disertasi)
6. Teori dalam penelitian menjadi rujukan saat melakukan analisa data bagi peneliti, Menurut Snelbecker teori didefinisikan sebagai seperangkat proposisi yang berinteraksi secara sintaksi (yaitu yang mengikuti aturan tertentu yang dapat dihubungkan secara logis dengan lainnya dengan data atas dasar yang dapat diamati) dan berfungsi sebagai wahana untuk meramalkan dan menjelaskan fenomena yang diamati. Lalu Menurut Marx dan Goodson teori adalah aturan menjelaskan proposisi atau seperangkat proposisi yang berkaitan dengan beberapa fenomena alamiah dan terdiri atas representasi simbolik dari hubungan-hubungan yang dapat diamati diantara kejadian-kejadian (yang dapat diukur), mekanisme atau struktur yang diduga mendasari hubungan-hubungan demikian dan hubungan-hubungan yang disimpulkan secara manifestasi hubungan empiris apapun secara langsung. Menurut FN Kerlinger dalam bukunya Foundations of Behavioral Research (1973) teori adalah sebuah set dari proposi yang mengandung suatu pandangan sistematis dari fenomena. Dan menurut Penelitian Secara Umum yang dimaksud dengan teori adalah sarana pokok untuk menyatakan hubungan sistematik dalam gejala sosial maupun nature yang ingin diteliti dan teori merupakan abstrak dari pengertian atau hubungan dari proposi atau dalil.
Fungsi dari teori bagi penelitian menurut Snelbecker dibagi menjadi empat macam yaitu mensistematiskan penemuan-penemuan penelitian, menjadi pendorong untuk menyusun hipotesis dan dengan hipotesis membimbing peneliti mencari jawaban, membuat ramalan atas dasar penemuan dan menyajikan penjelasan dalam hal ini menjawab pertanyaan mengapa.
7. Pengertian Analisa Data adalah Upaya untuk mencari dan menata secara sistematis catatan hasil observasi, wawancara dan lainya untuk meningkatkan pemahaman penelitian tentang kasus yang diteliti dan menyajikanya sebagai temuan bagi orang lain.
Langkah-langkah Analisa selama dilapangan :
a. Usahakan mempersempit fokus studi supaya tidak terlalu sulit dalam menagnalisa
b. Tetapkan studi anda supaya tidak merembet kemana-mana.
c. Mengembangkan pertanyaaan analitik. (membuat pertanyaan , menjawab dan menganalisa terus menerus)
d. Melakukan refleksi (komentar peneliti sendiri) cakupan substanstif , metodologik, dan teori.
e. Upayakan penjajakan ide dan tema penelitian kepada subyek responden sebagai analisa penelitian.
f. Membaca kembali kepustakaan yang relevan selama dilapangan.
g. Mengunakan metafora, analogi dan konsep-konsep.
h. mencarai pemaknaan.
Tahapan analisa seperti ini dilakukan oleh peneliti yang sudah ahli untuk mengirit waktu dan setelah penelitian analisanya sudah tersaji.
Tahapan Analisa sesudah dilapangan
a. Membuat kategorisasi masalah/temuan dan menyusun kodenya.
b. Menata sekuensi/urutan penelitiannya.c. Indeksikalitas refleksikalitas : keterkaitan makna kata, prilaku dan lainya pada konteksnya.
Tahapan analisa sesudah dilapangan memang terkesan pemborosan waktu tetapi ini adalah yang paling aman untuk peneliti pemula agar dapat mengkonsultasi dengan pakarnya dan membaca kembali teori yang sudah ada di buku referensi dan menganalisa dengan cermat.
DAFTAR PUSTAKA
Imoleong, Lexy. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosda Karya.
Indriati, Etty. 2001. Menulis Karya Ilmiah. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.
Mikkelsen, Britha. 2001. Metode Penelitian Parsipatoris dan Upaya-upaya Pemberdayaan. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.
Sitompul, Agussalim. 1993. Metodologi Pengabdian Pada Masyarakat. Yogyakarta : P3M IAIN Sunan Kalijaga.
Straus, Anselm, dkk. 2003. Dasar-Dasar Penelitian Kualitatif. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Subagjo, Joko. 2006. Metode Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.
Indriati, Etty. 2001. Menulis Karya Ilmiah. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.
Mikkelsen, Britha. 2001. Metode Penelitian Parsipatoris dan Upaya-upaya Pemberdayaan. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.
Sitompul, Agussalim. 1993. Metodologi Pengabdian Pada Masyarakat. Yogyakarta : P3M IAIN Sunan Kalijaga.
Straus, Anselm, dkk. 2003. Dasar-Dasar Penelitian Kualitatif. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Subagjo, Joko. 2006. Metode Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar